RANCANG BANGUN TEMPAT SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK DI PERKANTORAN MENGGUNAKAN SENSOR GAS
ABSTRAK
Sampah adalah sisa dari berbagai proses kegiatan setiap hari yang dilakukan oleh manusia ataupun proses alam yang dianggap sudah tidak bermanfaat dan dibuang ke lingkungan. Masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat adalah proses penanganan dan pemilahan sampah sesuai jenisnya yang kurang tepat. Selain itu, bau sampah yang tidak sedap biasanya muncul karena sampah organik yang telah mengalami pembusukan dan mengeluarkan suatu gas. Gas yang paling banyak dihasilkan adalah gas metana dan gas karbondioksida. Sampah jenis anorganik membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dapat terurai dibandingkan jenis sampah organik. Oleh karena itu, antara jenis sampah organik dan anorganik seharusnya ditangani dengan cara yang berbeda pula, baik itu dari segi pembuangan maupun proses daur ulang jika diperlukan. Proses penanganan dan pemilahan sampah di perkantoran kebanyakan masih dilakukan secara manual. Sampah perkantoran dipisah berdasarkan lima kategori yaitu kertas, botol plastik, kemasan plastik, organik, dan residu. Karena adanya permasalahan mengenai sampah tersebut, pada proyek akhir ini penulis membuat tempat sampah yang dapat melakukan identifikasi jenis sampah antara organik dan anorganik di perkantoran secara otomatis dengan memanfaatkan perbedaan nilai kapasitansi maupun transparansi dari jenis sampah organik dan anorganik dan mendeteksi bau pada bak sampah. Sistem dapat dibangun menggunakan beberapa sensor yaitu sensor proximity induktif, sensor proximity kapasitif, sensor ultrasonik, sensor gas MQ-4 dan LDR yang digunakan sebagai data masukan. Selain itu, sebuah keluaran berupa LED yang digunakan sebagai indikator, buzzer yang digunakan sebagai alarm, dan servo yang dapat memisahkan sampah secara otomatis berdasarkan hasil klasifikasi yang dilakukan oleh sistem dengan prosentase akurasi sebesar 96%. Pengujian sensor gas MQ-4 yang telah dilakukan selama tiga hari, pada bak sampah organik menunjukkan tingkat prosentase sebesar 12% sedangkan pada bak sampah anorganik menunjukkan tingkat prosentase sebesar 3%.
[DOWNLOAD ABSTRACT]Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer